Terapi Herbal – Herbal Terbaik untuk Diet Sehat

Salah satu cara termudah menggunakan herbal untuk kesehatan adalah dalam diet Anda. Herbal tidak hanya membuat makanan lebih enak, tetapi juga menawarkan banyak manfaat nutrisi. Meskipun nilai gizi herbal yang kita konsumsi dalam makanan kita mungkin kecil, dibatasi oleh jumlah yang relatif kecil, manfaat terapeutiknya cenderung besar jika dibandingkan. Sebagian besar herbal yang kita gunakan dalam masakan hari ini pertama kali digunakan untuk pengobatan, jadi memasukkan beberapa herbal dalam diet Anda akan memberi Anda manfaat tambahan dari khasiat obatnya.

Berikut adalah 12 herbal yang harus menjadi bagian dari diet sehat.

Basil – Rasa yang sangat ringan, sedikit manis. Tambahan yang bagus untuk saus pasta, pesto dll.

Obat penenang alami yang meningkatkan pencernaan, bertindak sebagai tonik, antioksidan, meredakan kram perut seberapa esensial minyak dan menenangkan sistem saraf. Meringankan masuk angin, flu, demam,, sembelit, muntah dan sakit kepala.

Bay – Rasa lembut, sedikit manis. Digunakan dalam sup casserole dan semur dan bahan penting dalam karangan bunga garni .

Merangsang dan membantu pencernaan

Borage – Daunnya sering digunakan dalam salad.

Membantu infeksi saluran pernafasan

Chervil – Rasanya sedikit seperti peterseli dengan sedikit adas manis.

Merangsang pencernaan. Chervil adalah sumber antioksidan yang baik, mengobati sakit kepala, sinusitis, tukak lambung, dan infeksi.

Chives – Seorang anggota keluarga bawang tetapi jauh lebih kecil dan lebih ringan. Populer di sup dan semur dan minyak kutus kutus sebagai hiasan untuk banyak hidangan seperti kentang.

Digunakan untuk merangsang nafsu makan dan membantu pencernaan

Ketumbar – Rasa pedas yang kuat cocok untuk kari, saus, dan salad saus.

Daun, bila dimakan mentah, bertindak sebagai tonik untuk perut dan jantung. Baik biji maupun daunnya digunakan untuk mengobati saluran kemih dan menghindari infeksi.

Penelitian saat ini menunjukkan, ketumbar dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol.

Dill – Biasanya digunakan dengan ikan, sup dan untuk pengawetan.

Memiliki sifat Antioksidan, antimikroba dan diuretik. Efektif dalam menghilangkan keluhan dan perut kembung.

Adas – Memiliki rasa adas manis yang kuat. Digunakan secara luas dalam saus dan isian, terutama untuk hidangan ikan.

Membantu pencernaan, membantu mencegah perut kembung berlebihan, mual, muntah dan susah tidur. Adas memiliki sifat antibakteri.

Oregano – Rasa khas yang kuat, digunakan secara luas dalam memasak, dalam isian, saus dan sangat populer di masakan Italia.

Membantu pencernaan dan membantu meredakan flu, pilek, dan batuk. Fitokimia dan antioksidan tingkat tinggi

Rosemary – Rasa manis yang lembut. Penyedap rasa yang baik untuk banyak daging yang dimasak, terutama Domba.

Merangsang sistem saraf dan peredaran darah, membantu meredakan sakit kepala, neuralgia dan pilek; dapat meningkatkan energi dan meningkatkan daya ingat. Tinggi antioksidan, antimikroba dan bermanfaat dalam menghilangkan radikal bebas.

Sage – Sangat baik dengan daging babi dan isian untuk daging, ayam, dan ikan.

Memiliki sifat antiseptik, anti-keringat dan antijamur, menenangkan gangguan pencernaan, meredakan diare, keringat berlebih, meredakan sakit tenggorokan, batuk dan pilek.

Thyme – Memiliki rasa aromatik yang kuat sehingga sangat populer dalam masakan.

Antioksidan, antiseptik, dan ekspektoran.

Herbal berutang rasa dan khasiat obatnya pada minyak esensial yang dikandungnya. Dengan makan makanan sehat yang mengandung herbal, kita memanfaatkan sifat terapeutiknya dan memanfaatkan pendekatan holistik terapi herbal yang berupaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan kita dan tidak menunggu timbulnya penyakit sebelum mencari penyembuhan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *